Online Diary Secret Of Syazana
Menjalankan puasa ramadhan hukumnya wajib tapi tahukah 
kamu bila ada hikmah-hikmah bila kamu menjalankan ibadah puasa. 
bila kita menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan kita akan mendapatkan 
manfaat-manfaat yang positif bagi kesehatan tubuh kita, manfaat-manfaat 
yang positif itu saya sebut sebagai mukjizat dari alloh. mukjizat yang akan 
dijelaskan melalui penelitian ilmiah, berikut mukjizat ilmiah dalam menjalankan 
ibadah puasa di bulan ramadhan :

Mukjizat Pertama: Keharusan Puasa bagi Setiap Orang
Para ilmuwan menganggap puasa sebagai fenomena yang vital dan fitri, 
dimana kehidupan yang sempurna dan kesehatan yang baik tidak bisa 
diperoleh tanpanya. Apabila seseorang atau bahkan seekor binatang tidak berpuasa, 
maka ia akan terjangkit berbagai macam penyakit. McFadon, seorang ahli kesehatan Amerika, 
mengatakan, ‘Setiap orang perlu puasa, karena kalau tidak maka ia akan sakit. 
Karena racun makanan berkumpul dalam tubuh dan membuatnya seperti orang sakit, 
memberatkan tubuhnya, dan mengurangi vitalitasnya. Apabila ia berpuasa, 
maka berat badannya menurun, dan racun-racun ini terurai daritubuhnya dan keluar, 
sehingga tubuhnya menjadi bersih secara sempurna, lalu bobot tubuhnya akan kembali naik,
 dan sel-selnya kembali baru dalam waktu tidak lebih dari 20 hari setelah berhenti puasa. 
Pada saat itu ia merasakan vitalitas dan kekuatan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.'

Di antara manfaat kesehatan dari puasa adalah:
Merilekskan tubuh dan memperbaiki syarafnya.
Menyerap zat-zat yang mengendap di usus. Pengendapan dalam jangka 
waktu yang lama mengakibatkan perubahan endapan itu menjadi kotoran yang beracun.
Memperbaiki fungsi pencernaan dan penyerapan.
Mengembalikan vitalitas organ pembuangan, dan memperbaiki fungsinya 
untuk membersihkan tubuh, yang mengakibatkan terkontrolnya stabilitas 
dalam darah dan berbagai cairan dalam tubuh.
Mengurai zat-zat yang berlebihan dan endapan-endapan di dalam jaringan yang sakit.
Mengembalikan keremajaan dan vitalitas sel-sel dan berbagai jaringan dalam tubuh.
 Menguatkan indera dan meningkatkan IQ.
Memperbagus dan membersihkan Kulit.
Alexis Carrel, pemenang hadiah Nobel di bidang kedokteran, dalam bukunya 
Man the Unknown mengatakan, ‘Banyaknya porsi makanan dapat 
melemahkan fungsi organ, dan itu merupakan faktor yang besar bagi 
berdiamnya jenis-jenis kuman dalam tubuh. 
Fungsi tersebut adalah fungsi adaptasi terhadap porsi makanan yang sedikit...
Gula pada jantung bergerak, dan bergerak pula lemak yang tersimpan dalam kulit. 
Semua organ tubuh mengeluarkan zat khususnya untuk mempertahankan 
keseimbangan internal dan kesehatan jantung. Puasa benar-benar 
membersingkan dan pengganti jaringan tubuh kita.'

Mukjizat Kedua: Minimal Puasa Satu Bulan dalam Setahun
Allah berfirman, ‘Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir 
(di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia 
berpuasa pada bulan itu.' (al-Baqarah: 185)
Prof. Nicko Lev dalam bukunya Hungry for Healthy mengatakan, 
‘Setiap orang harus berpuasa dengan berpantang makan selama 
empat minggu setiap tahun, agar ia memperoleh kesehatan yang sempurna sepanjang hidupnya.'

Mukjizat Ketiga: Mengenai Penetapan Waktu Puasa dari Matahari
 Terbit hingga Matahari Terbenam
Waktu puasa syar‘i adalah dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, 
dengan tidak berlebihan saat berbuka puasa. Penelitian ilmiah membuktikan 
bahwa jarak waktu yang tepat untuk puasa adalah antara 12 hingga 18 jam. 
Sesudah itu, simpanan gula dalam tubuh mulai terurai. Dreanik dkk. 
pada tahun 1964 mencatat sejumlah penyakit komplikasi kritis akibat 
berpuasa lebih dari 31 hari (wishal). Di sini tampak jelas mukjizat 
Nabawi dalam larangan puasa wishal atau bersambung.
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, ‘Janganlah kalian puasa wishal.' 
Para sahabat bertanya, ‘Tetapi engkau berpuasa wishal, ya Rasulullah?' 
Beliau menjawab, ‘Kalian tidak sepertiku. Sesungguhnya Tuhanku 
memberiku makan dan minum saat aku tidur malam.'


Mukjizat Keempat:
Penelitian ilmiah membuktikan urgensi makan sahur dan berbuka untuk 
mensuplai tubuh dengan asam lemak dan amino. Tanpa kedua zat ini, 
lemak dalam tubuh akan terurai dalam jumlah besar, sehingga 
mengakibatkan sirosis pada hati, dan menimbulkan berbagai bahaya besar bagi tubuh.
 Nabi saw bersabda, ‘Umatku akan tetap dalam keadaan baik selama mereka 
menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

Mukjizat Kelima: Pantang terhadap Makan, Minum dan Persetubuhan 
Menjaga dari Berbagai Bahaya Kesehatan
Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa berpantang terhadap 
makanan saja terkadang menimbulkan sejumlah resiko. Resiko terpenting 
adalah turunnya kadar garam dan cairan dalam tubuh, sehingga mengakibatkan 
berbagai macam penyakit, dan terkadang sampai kepada kematian. 
Persetubuhan mengakibatkan seseorang kehilangan 76 kkal, dan itu 
membahayakan seseorang jika dilakukan dalam keadaan berpuasa.

Mukjizat Keenam: Keringanan untuk Orang Sakit dan Musafir
Alain Saury menjelaskan bahwa nilai puasa dalam menentukan vitalitas
 dan semangat tubuh, meskipun dalam kondisi sakit. Ia mengajukan 
beberapa kasus beberapa orang yang usianya lebih dari tujuh puluh tahun. 
Dengan puasa mereka bisa mengembalikan vitalitas tubuh dan psikologis 
mereka sehingga sejumlah orang di antara mereka mampu kembali bekerja 
di pabrik atau di ladang.
Jadi, keringanan dalam puasa bagi orang yang sakit dan musafir itu
 terkait dengan beban berat. Allah berfirman, ‘Dan barang siapa sakit atau 
dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), 
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
 Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki 
kesukaran bagimu.' (al-Baqarah: 185)

Mukjizat Ketujuh: Urgensi Puasa Enam Hari pada Bulan Syawwal 
dan Tiga Hari pada Setiap Bulan
Puasa adalah sarana satu-satunya yang efektif untuk detoksinasi racun 
yang menumpuk di dalam tubuh. Puasa membersihkan saluran pencernaan 
secara sempurna dari bakteri-bakteri selama satu minggu puasa. 
Proses detoksinasi untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dan racun 
yang menumpuk pada jaringan tubuh melalui air liur, getah lambung, getah 
kuning, dan getah pankreas, usus, mucus, air seni, dan keringat.
 Kadar getah dan tingkat keasamannya jauh 
berkurang dengan berpuasa.
Dr. Muhammad Said al-Buthi mengatakan, ‘Puasa dapat mencegah
 penumpukan zat-zat beracun yang berbahaya seperti asam pada air seni, 
serta fosfat amoniak dan magnesia pada darah, serta dampak-dampanya, 
yaitu penumpukan racun pada sedi dan kandung kemih, dan mencegah penyakit rematik.
Berbagai penelitian medis membuktikan bahwa puasa sehari itu dapat 
menghilangkan ampas dan racun yang mengendap selama sepuluh hari. 
Maksudnya, seseorang itu perlu berpuasa 36 hari selama setahun. 
Dari sini kita memahami hikmah perintah Nabi saw untuk berpuasa selama
 enam hari bulan Syawwal, agar proses detoksinasi itu sempurna.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari, bahwa Nabi saw bersabda,
 ‘Barangsiapa berpuasa bulan Ramadhan lalu melanjutkannya dengan puasa
 enam hari bulan puasa, maka itu seperti puasa setahun.'
Mengenai perintah Nabi saw untuk puasa tiga hari setiap bulan (Ayyumul Bidh), 
pengetahuan modern pada tahun-tahun terakhir menemukan bahwa bulan 
pada hari ke-13, 14, dan 15 itu mengakibatkan peningkatan sensitifitas 
syaraf dan ketegangan psikologis hingga tingkat yang dapat membuat seseorang gila.

Mukjizat Kedelapan: Berbuka dengan Kurma
Rasulullah saw sering berbuka dengan kurma basah. 
Kalau tidak ada, maka beliau berbuka dengan kurma kering. 
Kalau tidak ada, maka beliau berbuka dengan air putih. 
Ini adalah petunjuk terbaik bagi orang yang berpantang makan selama berjam-jam. 
Karena gula dalam kurma itu membuat orang merasa kenyang, karena ia 
dicerna dengan cepat dan sampai ke darah dalam beberapa menit,
 serta memberi tubuh kekuatan yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas rutinnya. 
Tetapi seandainya seseorang berbuka dengan makan daging, dan roti,
 maka dibutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya dan mengubahnya 
menjadi gula, seseorang tidak merasa kenyang.
Hikmah yang terkandung di dalam penetapan syariat ini mustahil 
diketahui oleh manusia pada waktu al-Qur'an ini diturunkan, dan 
hal itu menunjukkan bahwa al-Qur'an itu bersumber dari Allah, 
sebagaimana Allah berfirman, ‘Katakanlah, ‘Al-Qur'an itu diturunkan oleh 
(Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya 
Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' (al-Furqan: 6)

Betapa mulianya Allah SWT, kita diwajibkan untuk berpuasa 
satu bulan penuh tidak hanya untuk menahan nafsu, lapar dan dahaga. 
kita juga diberikan mukjizat yang sungguh luar biasa, tidak hanya 
mensucikan hati tapi juga tubuh kita seakan tubuh kita kembali ke nol. 
kalo istilah komputernya di-format. hee..hee..
Sekian dulu posting saya yang berjudul mukjizat ilmiah dalam 
menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan.
Semoga bermanfaat, dan Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan...

Kalau Anda Suka Entry Ini Like dan Comment